Teknik Observasi

Observasi merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan data penelitian. Sebagai salah satu teknik/ metode pengumpulan data, observasi memiliki keunggulan daripada teknik pengumpulan data lainnya seperti kuesioner atau wawancara, yaitu dapat meneliti tidak terbatas pada orang saja tapi juga objek penelitian lainnya.

Pengertian observasi ?
Observasi sering juga disebut pengamatan, yaitu kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu objek dengan menggunakan seluruh alat indera.

Kapan menggunakan observasi ?
Harus diingat bahwa semakin banyak objek/ subjek yang diamati, semakin sulit untuk diamati dan hasilnya pun semakin tidak teliti. Karena itu, observasi digunakan bila :
1. akan mengumpulkan data berupa perilaku manusia, proses, gejala alam, benda mati, tempat.
2. responden/ orang yang diamati jumlahnya tidak terlalu besar.

Beberapa kelemahan apabila menggunakan metode observasi :
1. Observasi dapat dilakukan pada 2 hal yaitu benda diam dan proses. Proses yang sama tidak dapat diulang kembali sehingga menyulitkan ketika akan dicek kembali proses tersebut. Solusinya : peneliti harus merekam proses tersebut atau kalau tidak menggunakan rekaman video, pengamatan bisa juga diulang beberapa kali untuk melihat apakah hasil pengamatan proses tersebut berbeda jauh ataukah tidak. Kalau tidak berbeda jauh, berarti observasi sudah cukup baik.
2. subjektivitas pengamat (observer) harus sedapat mungkin diminimalisir.

2 jenis observasi  :
a) observasi sistematis. Observasi yang menggunakan pedomann observasi/ instrumen penelitian.
b) observasi non-sistematis. Tidak menggunakan instrumen penelitian. 

Comments are closed.