Alasan Menggunakan Sampel sebagai Objek Penelitian

Pada skripsi kita mengenal adanya istilah sampel. Sampel diambil dari sejumlah populasi.
Sampel merupakan bagian (perwakilan) dari populasi. Sedangkan Populasi adalah keseluruhan elemen atau unsur yang akan diteliti. Timbul pertanyaan, mengapa tidak meneliti seluruh objek pada populasi? Mengapa menggunakan sampel? Apa alasan menggunakan sampel?

Penelitian yang dilakukan atas seluruh elemen dinamakan sensus. Idealnya, agar hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, peneliti harus melakukan sensus. Namun karena alasan tertentu, peneliti boleh tidak meneliti keseluruhan elemen tadi, tetapi menggunakan sampel.

Ada beberapa alasan sehingga peneliti harus menggunakan sampel, diantaranya :
1. Jumlah populasi sangat banyak sehingga membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang sangat banyak pula.
2. Pengambilan sampel merupakan satu-satunya jalan yang harus dipilih (tidak mungkin untuk mempelajari seluruh populasi) misalnya:
- Meneliti air sungai
- Mencicipi rasa makanan didapur
- Mencicipi duku yang hendak dibeli
- untuk mengetahui rasa dari makanan yang dimasak, sudah pas atau belum, koki tidak perlu memakan seluruh makanan yang dimasak tersebut, tapi cukup mencicipi dua atau tiga sendok saja.
Contoh yang lain : untuk mengetahui golongan darah seseorang, tidak perlu mengambil seluruh darah orang tersebut, tapi cukup mengambil sedikit saja.

Comments are closed.